Iklan

terkini

[Opini] Detik-Detik Dilalui Pada Bulan Ramdahan Menentukan Nasib di Alam Bardah

Redaksi
Senin, Maret 24, 2025, 12:32 WIB Last Updated 2025-03-24T05:32:31Z
Oleh: Zubair, S.H.,M.H. *)

Judul tulisan ini saya kutip dari isi ceramah shalat tarawih yang disampaikan oleh ustad Mujiburrahman Lc,M.A pada malam pertama Puasa Ramdahan 1446/H di Mesjid Al-Iklas Geulanggang Teungoh Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen.  Judul ini menarik karena menyentuh langsung dengan kehidupan ummat manusia dalam menjalani hari-hari dibulan suci ramadhan yang penuh hikmah sebagai jalan terbuka menuju surganya Allah dihari akhir nanti.

Mesjid Al-Iklas Geulanggang Teungoh selama bulan suci ramadhan ini selalu mengelar ceramah singkat setelah shalat insya yang diisi oleh penceramah-penceramah berkualitas dan ilmiah sehingga mampu diterima oleh semua lapisan masyarakat jamaah shalat insya tarawih dan witir. 

Selain itu masjid tersebut juga senantiasa menghidupkan bulan penuh berkah ini dengan berbagai macam kegiatan posisitif untuk lebih memperdalam dan memperkuat ilmu agama islam bagi semua muslim.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Mesjid tersebut selama bulan ramdahan ini antara lain, iftar jama’i, buka puasa bersama setiap hari selama bulan ramdhan 1446/H, shalat tarawih bersama imam hafizh al-Qur’an yang bersuara merdu dan tausyiah ramdahan ba’da shalat isya dan ba’da shubuh. Selain itu ada juga kegiatan daurah tahfizh al-qur’an selama 20 hari bagi anak-anak, tadarus al-qur’an bersama imam rawatib setelah shalat tarawih serta santunan untuk anak yatim. 

Sementara itu untuk lebih memperdekat hamba dengan sang pencipta juga dilaksanakan I’tiqaf pada sepuluh malam terakhir ramadhan serta rutinitas kajian akhlak ba’da dhuhur setiap hari senin dan kajian hadist ba’da shalat dhuhur setiap hari kamis. Selanjutnya untuk membantu sesama yang membutuhkan darah pada malam keenam belas ramadhan selesai shalat tarawih juga diadakan kegiatan donor darah di halam masjid.

Berbagaimacam kegiatan yang dilakukan pengurus masjid Al-Iklas tersebut adalah untuk menghidupkan masjid selama ramadhan serta dapat menambah bekal ibadah bagi jamaahnya.
Kegiatan yang tidak kalah pentingnya serta sangat bermanfaat adalah isi ceramah singkat yang disampaikan oleh ustad-ustad pilihan setiap selesai shalat isya sebelum pelaksanaan shalat tarawih. Seperti isi ceramah ustad Mujiburrahman yang akan saya kilas balik dalam tulisan ini untuk dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita. 

Sesuai dengan judul artikel ini “Detik-Detik Dilalui Pada Bulan Ramdhan Menentukan Nasib di Alam Bardah. ”Maksud dari judul ini adalah gambaran yang diungkapkan ustad Mujiburrahman bahwa pada bulan suci ini kita semua wajib meningkatkan ibadah kepada Allah SWT karena ibadah yang dilakukan pada bulan ramadhan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT". Oleh sebab itu pada awal ramadhan Ustad Mujiburrahman mengajak semua jemaah untuk membuat planning atau perencenaan yang matang agar ramadhan tahun ini dilalui dengan lebih berkualitas.

Untuk itu agar target perencaaan bisa tercapai maka kegiatan-kegiatan lain yang kurang bermanfaat supaya dikurangi bahkan ditiiadakan sehingga kegiatan amal ibadah perlu ditingkatkan sebagai pemulus jalan menuju hari akhir yang abadi. Kegiatan-kegiatan dalam bulan suci ramadhan selain berpuasa yang merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan juga penting dilakukan shalat malam dengan perjanjian dalam hati sendiri agar tidak lewat satu malampun serta dimanapun kita berada.

Lebih jauh ustad Mujib paggilan akrab beliau menyampaikan bahwa waktu-watu malam dibulan ramdhan adalah waktu yang mulia termasuk juga siang harinya.
Maka detik-detik yang dilalui pada bulan ramadhan menentukan nasib kita di alam bardah, oleh sebab itu ustad Mujib menegaskan untuk tidak melewati detik-detik bulan ramadhan dengan sia-sia.

Isilah waktu-waktu ramdahan ini dengan penuh keimanan dan ketaqwaan yang diimplimentasikan melalui kegiatan-kegiatan yang dapat menambah amalan. Sebagaimana dikatakan bahwa detik-detik dibulan ramadhan adalah detik-detik yang mulia dan akan menentukan nasib kita di akhirat kelak. Oleh sebab itu ustad Mujib kembali mengajak semua ummat muslim untuk mempergunakan waktu ramadhan ini sebaik mungkin apalagi dimalam hari terutama pada saat melaksanakan shalat malam.

Target selanjutnya yang perlu ditetapkan setiap muslim pada bulan suci ramadhan ini yaitu, menyiapkan diri dengan rutin membaca al-qur’an sehingga hidup akan terus bersama al-qur’an yang melebihi bulan-bulan yang lain. upayakan dalam bulan ramdhan bisa khatam al-Qur’an paling kurang sebulan sekali bila dibandingkan dengan para shabat nabi dan tabiin bahkan para imam mazhab saja dalam riwayat dijelaskan bisa mengkhatam al-qur’an satu hari satu sampai dua kali. Dengan demikian ustad Mujib, mengajak semua jemaah untuk melihat posisi masing-masing sehingga perlu memasang target tegas minimal bisa khatam al-qur’an satu kali dalam sebulan dan lebih bagus bila dapat kurang dari satu bulan.

Untuk itu ustad Mujib mengharapkan semua jemaah agar tidak boleh dikalahkan oleh kesibukan dan kelelehan ataupun acara disana-sini. Supaya tercapai target tersebut menurut ustad Mujib, maka membaca al-qur’an dalam satu hari satu malam harus selesai satu juz dan tiga puluh hari ramadhan bisa khatam tiga puluh juz. 

Sebagai upaya mempercepat jemaah dalam khatam al-qur’an, di Mesjid Al-Iklas juga diadakakan tadarus setelah shalat tarawih untuk semua jamaah yang dipimpin oleh imam-imam rawatib. Pada tadarus tersebut juga akan dibina cara baca untuk memperbaiki bacaan al-qur’an supaya benar oleh imam-iman rawatib yang direkrut dari sumber daya hafiz-hazif berkualitas.

Pada bulan baik ini dikatakan ustad Mujib, kita semua juga perlu memperbanyak infaq dan sedekah karena rasulullah menyebutkan perbuatan baik yang bermanfaat kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah seperti angin berhembus. Agin berhembus artinya sifanya cepat dan menyebar. Untuk itu jangan biarkan waktu-waktu mustajab diramadhan ini berlalu begitu saja karena dapat menentukan hari akhir kita nanti. Usahakan ramadhan tahun ini lebih berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya dan kita berdoa semoga amalan-amalan yang telah kita lakukan memperberat timbangan kebaikan untuk menuju hari akhirat kelak.

Dari uraian ceramah singkat ustad Mujiburraman yang telah saya nukilkan diatas dapat kita ambil hikmah bahwa perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan setiap detik pada bulan suci ramadhan ini akan menentukan nasib hamba Allah di alam bardah. Perbuatan-perbuatan baik yang menjadi amal ibadah tersebut bukan hanya perlu dilakukan pada bulan ramadhan nanun juga harus diikuti pada bulan-bulan lainnya. Sementara pada bulan ramadhan ini menjadi momentum untuk memasang target yang harus dicapai sehingga menhasilkan output yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungannya.

Mari kita mulai dari diri kita sendiri sehingga diikuti oleh anggota keluarga serta lingkungan tempat tinggal dan pada akhirnya akan tercipta masyarakat yang tayyibatun warrabun ghofur. Kita berdoa dan berusaha agar detik-detik yang dilalui pada bulan ramdhan ini akan dapat memberi jalan lurus untuk menuju surganya Allah di yaumil akhir nanti.[]

*) Penulis adalah M. Zubair, S.H.,M.H. 
Kadis Kominsa Bireuen
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] Detik-Detik Dilalui Pada Bulan Ramdahan Menentukan Nasib di Alam Bardah

Terkini

Topik Populer

Iklan