
Kepala Dinas Syariat Islam, Dr. Jufliwan Foto Bareng Santri saat acara penutupan Daurah Sanaq Ramadhan 2025 Rabu, (26/03/2025) di Aula Setdakab Lama
Bireuen – Kegiatan penutupan Daurah Sanaq Ramadhan 2025 berlangsung pada Rabu, (26/03/2025) di Aula Setdakab Lama. Acara ini ditutup secara resmi oleh Bupati Bireuen yang diwakili oleh Kepala Dinas Syariat Islam, Dr. Jufliwan.
Dalam sambutannya, Jufliwan menyampaikan bahwa anak-anak merupakan investasi akhirat, sehingga belajar Al-Qur’an harus dilakukan dengan semangat. Ia juga menegaskan bahwa Aceh memiliki keistimewaan dalam pendidikan dayah, dan pemerintah mendukung penuh pengembangan pendidikan berbasis Al-Qur’an seperti yang dilakukan oleh Sanaq.
"Kami sangat mendukung program Sanaq, terutama dalam pembentukan akhlak anak-anak, yang sejalan dengan visi Bupati Bireuen dalam mewujudkan Bireuen yang cerdas, makmur, damai, dan islami," ujar Jufliwan sebelum secara resmi menutup kegiatan Daurah Sanaq Ramadhan 2025.
Sebelumnya, Sekcam Kota Juang, Muliyadi, SP., MSM, dalam sambutannya menyatakan bahwa program daurah ini sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah hafalan Al-Qur’an, tetapi juga meningkatkan kualitas bacaan sesuai dengan tajwid dan makhraj yang benar.
Ketua panitia, Asraddin, M.Pd, melaporkan bahwa jumlah santri yang mengikuti daurah tahun ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu dari 85 menjadi 192 santri, dengan dua santri mengikuti secara daring. Jumlah guru yang terlibat sebanyak 22 orang, yang terdiri dari santri dan guru dari berbagai dayah di Kabupaten Bireuen.
Selain kegiatan daurah, Sanaq juga mengadakan berbagi takjil selama bulan Ramadhan, serta buka puasa bersama santri. Pimpinan Sanaq, Ustadz Qamar Syafawi, S.Pd.I, M.Pd, menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada hafalan, tetapi juga bertujuan menyelamatkan anak-anak dari kecanduan gawai dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
"Kami berharap pemerintah dapat memberikan fasilitas sekretariat agar Sanaq bisa membuka kelas online dan menjadi lembaga pendidikan resmi dengan legalitas yang jelas," harap Ustadz Qamar.
Sebagai bentuk apresiasi, Sanaq berkomitmen memberikan hadiah umrah bagi santri yang berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta, termasuk Kadis Pendidikan Dayah Anwar, S.Ag., MAP perwakilan pemerintah daerah, panitia, dewan guru, orang tua santri, serta para santri. Kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 17 anak yatim, berbagai penampilan dari peserta tingkat TK, SMP, hingga SMA, serta pembagian sertifikat untuk santri dan parcel lebaran untuk dewan guru Sanaq. [Hamdani]