Pidie Jaya - Mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) yang melaksanakan program pengabdian KKM di Pidie Jaya beberapa waktu lalu sempat melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan produksi Lele pasca panen.
Lokasi mereka lakukan pada usaha budidaya lele milik Iqbal salah seorang warga Desa Peulandok Teungoh, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya dilakukan pada Minggu, (19/02/2023) lalu.
Mahasiswa tersebut tediri dari Furqan, Liatin Nisak, Wulan langsung menuju ke lokasi berjumpa pemilik dan berdiskusi, kemudian mahasiswa memberi beberapa pemahaman terkait ilmu pemanfaatan produksi pasca panen.
Menurut pemilik usaha Iqbal, pembudidayakan menggunakan media kolam terpal, dipilih terpal karena dirasa lebih hemat dan juga mudah saat membersihkannya, usaha tersebut tersebut ditekuninya sejak Desember 2022.
"Kita memilih pakai kolam terpal ini karena harganya jauh lebih murah dan untuk membersihkannya kita hanya perlu mengeringkan kolam kemudian kotoran seperti lumut tinggal kita kupas saja, ya intinya sangat mudah dan tidak perlu tenaga yang besar," cerita Iqbal kepada mahasiswa.
Ada 12 kolam terpal, peruntukkannya disesuaikan ukuran lele yang berbeda-beda usianya.
Dibudidaya sekitar tiga bulan hingga masa panen, saat panen, lele tersebut dijual tanpa pengolahan ke beberapa pasar sekitar kecamatan tempat tinggalnya.
Menurut Iqbal dirinya masih kurang paham tentang pengolahan pasca panen, "sejauh ini belum ada inovasi karena saya baru memulai pembudidayaan," ujar Iqbal menjawab bebetapa pertanyaan mahasiswa.
“Karena itulah kami Mahasiswa KKM memberikan pemahaman dan menggali potensi tentang pengolahan ikan lele pasca panen," ujar Liatin Nisak pada media ini Sabtu, (25/02/2023) kemarin.
Kami memberi beberapa pemahaman tentang pengolahan lele pasca panen, selain dijual langsung juga bisa diolah menjadi abon lele, peyek dan beberapa produk makanan lainnya yang pastinya akan mendapatkan peluang keuntungan yang lumayan,” jelas Furqan, ketua kelompok mahasiswa KKM Desa Peulandok Tunong. [Zulkifli]